Articles

 
S A R I A W A N
 

Sariawan  yang dikalangan kedokteran sering disebut sebagai stomatitis aftosa merupakan salah satu kelainan dalam mulut. Kelainan ini berbeda dengan atropi yang merupakan penipisan mukosa mulut, erosi yaitu kerusakan mukosa mulut yang dangkal, ulkus yang berupa kerusakan yang dalam sampai penonjolan mukosa mulut, yang kerap kali intepertasi hal ini perlu diperhatikan oleh orang awam.

 
Stomatitis aftosa sebenarnya adalah erosi yang berbentuk bulat lonjong dengan ukuran bervariasi 1-10 mm tertutup selaput putih kekuningan, berbatas tegas dan dikelilingi oleh kelim merah. Pada tahap awal umumnya sakit, dapat sembuh sendiri dalam 10-14 hari tanpa pengobatan dan dapat kambuh kembali serta tidak menular.

Sariawan merupakan kelainan yang paling banyak dijumpai dalam mulut, dapat mengenai semua umur, mayoritas antara 20-40 tahun lebih cenderung pada wanita, kelompok social ekonomi tinggi, penderita stress atau mempunyai riwayat sariawan pada keluarga.

Penyebab yang lain dari sariawan belum dapat diketahui sampai sekarang, tetapi beberapa faktor yang turut berperan yaitu :

*
Trauma, misalnya tergigit, terkena makanan yang tajam atau sikat gigi.
*
Stress, misalnya siswa yang sedang ujian atau tuntutan pekerjaan.
*
Hormonal, misalnya wanita dalam masa pra-haid karena berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan keratinisasi mukosa mulut berkurang.
*
Sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.
*
Gangguan pencernaan seperti buang air besar tidak teratur.
*
Defisiensi kekebalan tubuh (imunologi) misalnya penderita HIV.
*
Keturunan, sariawan cenderung terjadi pada orang dimana orang tuanya juga menderita kelainan ini.
*
Kelainan darah seperti anemia.

 

 
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7
Copyright © 2007-2013 Family Dental Health Care. All Rights Reserved.